SPIRIT

A heartbreak is a blessing from God. It’s just his way of letting you realize he saved you from the wrong one. Patah hati adalah berkah Tuhan. Itu adalah cara Tuhan menyelamatkanmu dari orang yang salah

Selasa, 01 September 2015

RENOVASI SARANA FISIK HURIN ‘IN ; SEBUAH KEBUTUHAN MENDESAK

A.  PENDAHULUAN
         
Kesadaran membangun peradaban masyarakat (civic civilization) yang berbudaya merupakan tanggungjawab setiap komponen bangsa. Oleh karena itu segala upaya masyarakat yang mengarah kepada lahirnya gerakan yang turut membantu terciptanya suasana hidup yang dinamis, harmonis dan kreatif hendaknya mendapat dukungan bersama.

Di beberapa negara maju, terutama negara-negara Barat, kreatifitas masyarakat sangat dihargai. Mereka mempunyai asumsi bahwa memberikan ruang gerak bagi bersemainya semangat dinamis dan progresif adalah suasana yang dapat saling menunjang lahirnya produktifitas diantara mereka.

Namun sayang bahwa dunia Barat lebih mengedepankan gaya hidup kapitalis. Aktualisasi diri lebih banyak didasari oleh adanya pemikiran untuk menciptakan produktifitas yang sebanyak-banyaknya. Kerja sama diantara mereka lebih banyak dipengaruhi oleh adanya kesamaan kepentingan untuk menghasilkan produk bukan didasarkan pada nilai-nilai luhur kemanusiaan.

 Semangat hidup tidak lagi dilandasi oleh nilai-nilai humanistik tetapi nilai-nilai mekanik. Dari perilaku ini akhirnya muncul kelompok-kelompok elit secara ekonomis tetapi rapuh secara spirituil.  Dampak negatif dari persoalan di atas melahirkan komunitas yang acuh, tidak peduli terhadap sesama dan rentan terhadap tindak kejahatan. Kelas-kelas masyarakat susah untuk berkomunikasi, masing-masing bersikukuh pada gengsi kelompoknya masing-masing.


B. DASAR PEMIKIRAN

          Islam sebagai agama yang egaliter, mengajarkan sikap persaudaraan antar sesama, saling mengingatkan untuk berbuat kebaikan dan saling menganjurkan untuk bersabar. Makna dari anjuran ini adalah bagaimana antar sesama muslim senantiasa dapat berkomunikasi dengan baik dalam berbagai hal, sehingga cita-cita untuk mewujudkan komunitas yang shaleh dapat diaksentuasi dalam derap langkah kehidupan nyata.


Karenanya, upaya untuk membangun masyarakat yang shaleh, baik dalam arti kata religi maupun sosial harus menjadi “kerja” yang tidak pernah berhenti dan berkesudahan. Ibarat gumpalan awan, setiap kita memiliki kewajiban untuk menghamburkan khazanah "air" yang dikandungnya sebagai hujan demi tumbuhnya benih-benih kehidupan baru, terlebih lagi Hurin 'In yang kediriannya didasarkan pada nilai keluhuran, dituntut untuk dapat memberi warna keilahian yang bersifat adil, yang manusiawi, yang damai, buat semua manusia dimuka bumi.

     Dengan demikian, bagi Hurin ‘In, meski letak geografisnya sangat berdekatan dengan komplek prostitusi, pembenahan dan pengembangan, baik sarana maupun prasarana, fisik maupun non fisik, harus terus dilakukan agar misi profetis yang diemban dapat berjalan dengan baik dan dijadikan sebagai konstribusi nyata ditengah kegalauan bangsa (sepanjang era reformasi) mencari eksistensi dirinya sendiri.

Terlebih dengan semakin padatnya penduduk Jati Bunder, dimana Hurin ‘In berada, dan kondisi bangunan yang sudah mulai rapuh disani-sini yang dimiliki Hurin ‘In, sungguh memprihatinkan dan dapat mengancam keselamatan siswa-siswi Hurin ‘In.

Tidak ada pilihan lain, kecuali Hurin ‘In melakukan renovasi bangunan fisiknya agar tetap eksis menjadi institusi pendidikan alternatif yang dapat memenuhi hak setiap orang untuk mendapatkan pendidikan yang layak.   

Hurin ‘In mengajak kepada segenap komponen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita luhur ini. (Melvin Sonayya)


0 komentar:

Posting Komentar