SPIRIT

A heartbreak is a blessing from God. It’s just his way of letting you realize he saved you from the wrong one. Patah hati adalah berkah Tuhan. Itu adalah cara Tuhan menyelamatkanmu dari orang yang salah

Kamis, 25 Juni 2015

RAMADHAN KAMI BULAN BELAJAR TIADA HENTI

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (البقرة (۲): ۱٨٥)

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Q.S. Al-Baqarah (2): 185).

Bulan Ramadhan, yang kami rasakan tidak sekedar menahan makan dan minum di siang hari, atau tarawih dan tadarrus al-quran di malam hari. Sebab bagi kami yang sudah terbiasa hidup dalam keterbatasan, makan dan minum dalam takaran yang minimum sudah bagian keseharian kami. Begitu pula dengan salat dan baca al-quran dimalam hari, kedua ibadah mulia itu memang kegiatan rutin Hurin ‘In yang berlangsung sepanjang tahun baik ketika maupun diluar bulan Ramadhan.

Menyaksikan gemuruh orang menjalankan shalat tarawih atau mendengar lantunan orang membaca al-quran di malam-malam bulan Ramadhan membuat kami, siswa-siswi Hurin ‘In,  kembali belajar untuk bersyukur karena jauh sebelum datang bulan Ramadhan kami telah dikondisikan oleh Allah untuk terbiasa shalat malam dan membaca al-quran.  Wajar jika kemudian tarawih dan tadarus yang kami jalankan sepanjang bulan Ramadhan lebih banyak didorong oleh rasa syukur kami kepada Allah Rabbul ‘Izah.

Begitu pula dengan menahan makan dan minum disiang hari, jauh sebelum masuk bulan Ramadhan kami telah dipilih Allah untuk terbiasa “terbatas” dalam hal makan dan minum. Tak sekedar urusan pangan, semua hal yang menyangkut sandang dan papan pun kami telah terbiasa ada dalam keterbatasan. Sehingga menjadi hal yang niscaya, saat kami harus menahan makan dan minum disiang hari bulan Ramadhan, semua larangan-larangan itu kami jalani penuh dengan rasa syukur kepada Allah Rabbul ‘Izzah.

Dari pengalaman yang demikian, kami menemukan bahwa Ramadhan bagi kami adalah hari-hari dimana kami belajar kembali untuk bersyukur, dan mensyukuri anugrah yang (seberapa pun adanya) telah Allah tetapkan pada kami.

Terkait dengan rasa syukur, kami amat menyadari bahwa yang memunculkan rasa syukur dalam diri kami tak lain adalah Allah subhaanahu wata’aala. Dari sini kami pun belajar kembali untuk bersyukur karena Allah telah menganugerahi kami kekuatan dalam bersyukur. Lalu, setiap detik, jam dan waktu sepanjang Ramadhan menjadi guliran rasa syukur yang berkelindan.

Naif bagi kami jika kemudian kami tidak mengagungkan-Nya. Merupakan tindakan yang bodoh jika kemudian, disaat Allah sudah memerhatikan, kami menjauhi dan lari (menghindar) dari-Nya. Dan lagi-lagi kami berupaya untuk belajar bagaimana kami harus tahu diri dan berbalas atas kebaikan-kebaikan yang sudah Allah berikan pada kami.

Pada suasana seperti ini, tak ada permohonan lain yang dapat kami panjatkan kecuali Allah (berkenan) mengakui kami sebagai hamba-Nya yang pandai mensyukuri setiap anugrah dan pemberian-Nya; Ramadhan telah Allah hadirkan pada kami sebagai bulan yang didalam kami dapat belajar tiada letih, tiada henti. Alhamdulillaah.... (ndn)     

0 komentar:

Posting Komentar